Puisi Dari sudiantoAli
Aku berjuang untuk arsitektur nusantara
Memberi nama, menggali kandungan makna
Namun saksikan kata sia-sia
Karena arsitektur adalah perjuangan
Yang tak perlu lagi diperjuangkan
Aku berjuang menguak masa,
Mengerat sejarah, menata serpihan abad
Namun aku saksikan
Rinupa beku yang menakutkan
Menyapa dengan wajah dingin
Aku berjuang diantara jutaan lainnya,
Mengerat bumi, menata serpihan tera
Namun aku saksikan
Kami belum menuai betah arsitektur
Yang dapat disebut pikabeutaheun
Aku sebatang kara tanpa tanah pusaka
Bergulat dalam sejarah, kata atas landas fakta
Namun kita saksikan
Kita terbelenggu karena
Kealpaan sendiri
Ternyata aku hanya tahu krisis
Dalam senggau plesetan birokrasi
Ujud yang tersusun dari
Kekuatan kendali kyber tanpa batas
Larut dalam embun pagi
ternyata aku hanya merancang mimpi
bicara dalam ceracau
tak mengerti bahasa sendiri
kau pun lakon tanpa ceriteme lagi
sesosok bayangan dalam mimpi
ternyata aku pembangun yang sering termanggu
didepan raut dengan latar langit yang semakin kelam
aku tak lagi mengenalmu, kaupun tak mengenalku lagi
padahal kini esok dan lusa
kita harus ngawangun ki nusantara.
Sudianto aly, lingkar puisi kyber-almer, 1999.
Du’ä
Tuhan kami,
Cahayu bestari sungguh tak terukur
Segala ruang dan bentuk tanpa kecuali
Ada dalam naung fajar Cahaya-Mu
Maka kami berlindung di bawah Cahaya SejatiMu
Seperti
Cahaya-Mu menembus segenap penjuru
Menerangi kegelapan dan buta dunia
Setiap sesuatu berselimut Cahaya-Mu
Baik sekala maupun niskala
Kami berlindung pada Sang Maha Ahad yang Maha Menerangi
Ibarat ruang, pendar cahaya tak pernah terhalang
Segala Tanya tak pernah tak terjawab
Maka tak seorangpun luput dari selimut Cahaya-Mu
Hati kami hanya ibarat air kali belaka
Yang tak tahu akan semakin jernih atau keruh
Maka kabulkan pinta kami
Wahai Sang Di Luar Segala Jangkau Nalar
‘tuk berseru:wilujeung sumping ki nusantara anyar
Tuhan kami,
Kaulah Sang Maha Pencipta
Adakan ruang dan bentuk dari tiada
Dalam sebaik baik ciptaan
Jadikan kami muridmurid Mu
Yang menerima ajaran Mu setiap saat
Dalam sentuhan Mu oh Sang Maha Pencipta
Kami haturkan segala puji
Dalam setiap awal melangkah
Menghirup aura cinta M dalam imaji
Bangunkan kami sebelum kami tegak membangun
Bahkan pada awal ketika berupa mimpi
Cahaya diatas cahaya
Terangi nalar kami
Bukalah hati kami
Hantarkan kami k ufuk baru
Untuk
Ngawangun Ki Nusantara.